CIANGSANA, GUNUNG PUTRI, BOGOR – Pemerintah Desa Ciangsana di bawah kepemimpinan Kepala Desa H. Udin Saputra, SH.MM, terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pembangunan desa yang inovatif, berkelanjutan, serta berorientasi pada peningkatan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu langkah nyata yang tengah dikembangkan adalah melalui kerja sama antara Pemerintah Desa Ciangsana dengan Universitas IPWIJA dalam pelaksanaan program Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (AKSARA), melalui pembangunan fasilitas biodigester yang berlokasi di wilayah RW 021, Dusun 02, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Pembangunan biodigester ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi positif antara pemerintah desa dan dunia akademisi dalam menghadirkan inovasi yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pengelolaan lingkungan, pemanfaatan limbah organik, serta pengembangan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Biodigester merupakan teknologi pengolahan bahan organik melalui proses penguraian secara biologis dalam kondisi tanpa oksigen (anaerob). Melalui teknologi tersebut, limbah organik tertentu, termasuk kotoran ternak dan sisa bahan organik yang sesuai, dapat diolah menjadi biogas yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif. Selain itu, proses pengolahan juga menghasilkan residu yang dapat diolah lebih lanjut menjadi pupuk organik.
Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi inovatif dalam mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat. Dengan demikian, bahan organik yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal dapat memiliki nilai guna dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Keterlibatan Universitas IPWIJA dalam program ini juga menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjalankan peran pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan AKSARA, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman pembelajaran secara langsung di tengah masyarakat, tetapi juga dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk mendukung pembangunan desa.

Bagi Pemerintah Desa Ciangsana, kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya lembaga pendidikan tinggi, guna menghadirkan program-program pembangunan yang inovatif, aplikatif, dan berkelanjutan.
Kepala Desa Ciangsana, H. Udin Saputra, SH.MM, menyampaikan bahwa pembangunan biodigester ini diharapkan tidak hanya menjadi sebuah pembangunan fasilitas fisik, tetapi juga menjadi awal tumbuhnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan secara bijak.
Menurutnya, persoalan lingkungan membutuhkan perhatian dan keterlibatan bersama. Oleh karena itu, diperlukan inovasi serta edukasi yang berkesinambungan agar masyarakat dapat memahami bahwa limbah organik juga memiliki potensi untuk diolah dan dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis maupun bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Beliau juga berharap agar keberadaan biodigester di wilayah RW 021 Dusun 02 dapat menjadi sarana pembelajaran, percontohan, sekaligus inspirasi bagi wilayah lainnya di Desa Ciangsana untuk mulai mengembangkan pola pengelolaan lingkungan yang lebih produktif dan berwawasan masa depan.
Lebih lanjut, Kepala Desa Ciangsana menegaskan bahwa Pemerintah Desa akan terus membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi, instansi pemerintah, maupun berbagai elemen masyarakat dalam mendukung program pembangunan yang memberikan dampak positif secara langsung kepada warga.
“Kami berharap pembangunan biodigester melalui kerja sama dengan Universitas IPWIJA ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan mendorong pemanfaatan limbah organik menjadi sumber daya yang lebih bermanfaat. Kami ingin Desa Ciangsana terus berkembang melalui inovasi, kreativitas, dan kolaborasi. Pembangunan bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga bagaimana kita mampu menghadirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat serta mempersiapkan lingkungan yang lebih baik untuk generasi mendatang,” demikian harapan Kepala Desa Ciangsana.
Pemerintah Desa Ciangsana juga mengharapkan dukungan dan partisipasi masyarakat, khususnya warga RW 021 Dusun 02, agar keberadaan fasilitas biodigester nantinya dapat dijaga, dimanfaatkan, dan dikembangkan secara optimal. Sebab, keberhasilan sebuah program pembangunan tidak hanya ditentukan oleh proses pembangunannya, tetapi juga oleh keberlanjutan pemanfaatan dan keterlibatan masyarakat dalam merawat hasil pembangunan tersebut.
Melalui sinergi Pemerintah Desa Ciangsana bersama Universitas IPWIJA, pembangunan biodigester ini diharapkan menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, memperkenalkan teknologi tepat guna, serta mendorong terciptanya desa yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan.