Selasa 03 November 2026,Pemerintah Desa Ciangsana bersama Tim Penggerak PKK Desa Ciangsana kembali melaksanakan kegiatan Pengajian Rutin Kaum Ibu se-Desa Ciangsana yang dirangkaikan dengan kegiatan sosial bertajuk “Ngamumule Indung”, sebagai bentuk kepedulian, penghormatan, serta kasih sayang kepada para ibu, khususnya para orang tua dan ibu yang telah lanjut usia.
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda positif Pemerintah Desa Ciangsana dalam mempererat tali silaturahmi, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan serta kepedulian sosial di tengah masyarakat. Pengajian rutin kaum ibu juga menjadi wadah untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, menambah wawasan keagamaan, serta membangun kehidupan masyarakat yang religius dan harmonis.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, para kaum ibu dari berbagai wilayah di Desa Ciangsana hadir untuk mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan. Melalui pengajian ini, diharapkan masyarakat, khususnya kaum ibu, senantiasa mendapatkan tambahan ilmu, motivasi, dan penguatan nilai-nilai spiritual yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun bermasyarakat.
Tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan, momentum ini juga diisi dengan program “Ngamumule Indung”, sebuah kegiatan yang mengangkat nilai luhur budaya Sunda, yakni memuliakan, menghormati, menyayangi, dan memberikan perhatian kepada seorang ibu.

Kegiatan Ngamumule Indung merupakan wujud nyata kepedulian Pemerintah Desa Ciangsana bersama TP.PKK Desa Ciangsana terhadap para ibu dan orang tua. Melalui kegiatan ini, ingin ditanamkan kembali pesan moral bahwa seorang ibu memiliki kedudukan yang sangat mulia, sehingga sudah selayaknya mendapatkan penghormatan, perhatian, dan kasih sayang sepanjang hayatnya.

Kepala Desa Ciangsana, H. Udin Saputra, SH.MM, menyampaikan bahwa kegiatan pengajian rutin kaum ibu dan Ngamumule Indung memiliki makna yang sangat penting, bukan hanya sebagai kegiatan seremonial, melainkan sebagai bentuk pembinaan keagamaan sekaligus penguatan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, pembangunan desa tidak semata-mata berbicara mengenai pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan sumber daya manusia, penguatan nilai keagamaan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
Ia juga berharap melalui kegiatan ini, para kaum ibu semakin mempererat silaturahmi, meningkatkan kualitas kehidupan beragama, serta terus menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang harmonis, sejahtera, dan berakhlak mulia.
Sementara itu, Ketua TP.PKK Desa Ciangsana, Hj. Silvia Maharani, turut memberikan perhatian terhadap pentingnya peran perempuan dan kaum ibu dalam membangun ketahanan keluarga serta menciptakan lingkungan masyarakat yang penuh kepedulian.
Melalui program Ngamumule Indung, diharapkan tumbuh kesadaran bersama untuk senantiasa menghormati dan memuliakan orang tua, khususnya para ibu, tidak hanya melalui kegiatan sosial, tetapi juga melalui perhatian dan kasih sayang yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana memperkuat peran TP.PKK Desa Ciangsana dalam mendukung program-program pemerintah desa, khususnya di bidang keagamaan, sosial, pemberdayaan perempuan, dan kesejahteraan keluarga.
Pemerintah Desa Ciangsana berharap kegiatan Pengajian Rutin Kaum Ibu se-Desa Ciangsana dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan menjadi wadah pemersatu masyarakat. Begitu pula dengan Ngamumule Indung, diharapkan dapat menjadi gerakan sosial yang menumbuhkan rasa hormat, kepedulian, dan kasih sayang kepada para orang tua.
Karena sejatinya, kemajuan sebuah desa bukan hanya diukur dari megahnya pembangunan, tetapi juga dari kuatnya nilai keimanan, terjaganya budaya, serta tingginya rasa hormat dan kepedulian terhadap sesama.
Melalui semangat kebersamaan, Pemerintah Desa Ciangsana bersama TP.PKK terus berkomitmen menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, demi terwujudnya Desa Ciangsana yang religius, harmonis, peduli, dan semakin sejahtera.